Mengapa Saya Memakai Itu

Saya tidak pernah menuliskan sesuatu yang bersifat personal mengenai sepotong kain yang perempuan muslim biasa pakai di kepala, hijab, karena saya rasa banyak sekali orang telah membahasnya. Kadang saya rasa fokus yang berlebihan tentang salah satu aspek kecil tentang bagaimana menjadi muslimah ini menutupi pengetahuan-pengetahuan islami lain yang juga penting, atau bahkan lebih penting, masalah tauhid, misalnya.

Karena hijab adalah sebuah simbol visual dari seorang perempuan muslim, maka banyak orang, kebanyakan orang negara Barat sana, membuat hal ini sebagai sebuah isu, kemudian berbicara tentang opini mereka yang tak berdasar, atau bahkan bertanya sebagai usaha mereka untuk memahaminya. Hal ini telah banyak dijawab oleh banyak perempuan muslim, dan bahkan laki-laki, hingga saya kadang merasa tak perlu melemparkan opini saya tentang isu ini juga.

Beberapa hari yang lalu, salah satu mahasiswa saya dari Korea Selatan bertanya tentang mengapa saya memakai ‘itu’ di kepala.  ‘Itu’ adalah hijab. Lalu saya ingat beberapa bulan lalu saya juga sering ditanyai tentang hal yang serupa oleh beberapa teman. Orang asing. Tentang mengapa saya memakai hijab, padahal temannya seorang muslim ada yang tidak memakainya.

Di kelas saya kemarin, saya tidak menjelaskan panjang lebar tentang hijab dan kewajiban kami sebagai perempuan muslim. Namun di sini saya ingin menyampaikan beberapa pikiran saya tentang hijab, sesuai dengan pengalaman dan pemahaman saya. Maksud saya di sini bukanlah untuk menunjukkan bahwa saya superior atas teman-teman lain yang tidak memakai hijab, bukan pula bermaksud untuk sedikit judgemental tentang keputusan mereka. Kita tak pernah tahu apa yang ada dalam diri seseorang dan lingkungannya, bukan?

Saya sebenarnya masih memakai jilbab yang belum sesuai dengan ajaran Islam. Islam mengajarkan untuk menutup seluruh tubuh kita, jadi  hijab yang harusnya dipakai adalah jilbab yang longgar, menutup dada, dan tidak mencetak bentuk tubuh. Saya masih menggunakan jilbab yang ‘normalnya orang Indonesia pakai’. Jilbab segitiga yang disampirkan ke bahu, dan sering dipadu dengan blus biasa dan jins, walaupun saya sudah sering memilih memakai blus yang tidak ketat, tapi jins masih sering membungkus kaki saya. Huff. Walaupun begitu, saya tetap ingin berbagi tentang pikiran dan perasaan saya tentang hijab.

Menutup seluruh tubuh adalah kewajiban. Banyak ayat-ayat dalam Alquran, dan banyak pula sabda Nabi Muhammad  SAW yang mengatakan demikian. Istri-istri dan anak-anak perempuan Nabi dan para sahabat juga telah melaksanakan hal ini sejak jaman dahulu kala. Namun saya rasa, menjawab dengan ‘Hijab adalah sebuah kewajiban’ tidak akan memuaskan pertanyaan mereka para penanya. Jadi sedikitnya ada beberapa hal tentang mengapa saya memakai jilbab dan keutamaannya, menurut versi saya.

  • Menutup kepala (dan diri) dengan hijab adalah salah satu bentuk kesederhanaan. Orang tidak akan nge-judge kita terbatas dari fisik kita. Baik kecantikan atau kekurangannya. Orang akan melihat kita dari apa yang kita sampaikan, apa yang kita bicarakan, bukan dari fisik dan standar kecantikan umum, masalah rambut hitam yang berkilau, misalnya.
  • Sejalan dengan pikiran di atas, maka kecantikan (dan keburukan, sih) saya sepenuhnya akan jadi milik suami saya, nantinya. (Ahem)
  • Dengan menggunakan hijab saya menunjukkan identitas saya. Orang akan tahu saya adalah seorang muslimah dan mereka akan memperlakukaan saya sesuai dengan identitas saya ini.
  • Sebagai pengingat diri. Saya sadar saya bukanlah muslimah yang cukup baik, namun dengan memakai hijab saya berusahan untuk menunaikan kewajiban-kewajiban saya dengan baik.  Hijab ini sebagai reminder tentang kelakuan dan attitude seperti apa yang seharusnya saya lakukan. Saya berusaha berlaku lembut, tidak menyakiti, atau mudah memaafkan. Sekali lagi, saya berusaha, dengan hijab ini sebagai pengingatnya.

Menurut saya, memakai hijab sangat menguntungkan saya. Serasa saya memiliki kebebasan ketika saya memakainya, dan bukan sebuah paksaan_walaupun it’s mandatory in Islam. Jadi dengan begini, satu lagi alasan untuk bersyukur kepada Tuhanku hari ini

Oh, ya, satu lagi. Semoga saya segera bisa berhijrah memakai hijab yang lebih bener. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s